Bapak Abdurrachman Satrio S.H., LL.M. : Menulis dengan Metode "Standing on the Shoulders of the Giants"

Pernah dengar istilah "Standing on the Shoulders of the Giants"? metode ini bisa buat karya tulismu semakin berkualitas dan kredibel!

Egi Nugraha

1/28/20262 min read

Memulai karier sebagai dosen muda di Fakultas Hukum Universitas Trisakti pada tahun 2023, Abdurrachman Satrio Pratomo, S.H., LL.M., akrab disapa Pak Satrio, merupakan salah satu akademisi muda yang menonjol karena dedikasinya pada dunia penelitian dan penulisan hukum. Perjalanan akademiknya dimulai di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung, tempat beliau menempuh pendidikan sarjana sejak tahun 2012. Dalam masa studinya, Pak Satrio telah menunjukkan minat besar terhadap riset. Pada Oktober hingga Desember 2017, beliau bergabung sebagai peneliti magang di Pusat Studi Agama dan Demokrasi Paramadina. Ketertarikan beliau terhadap Comparative Constitutional Law, Constitutional Amendment, Law and Religion, serta Customary Law semakin menguat selama masa pendidikannya.

Tahun 2018 menjadi salah satu bagian tonggak penting dalam perjalanan karirnya. setelah resmi menyelesaikan pendidikan sarjana, beliau langsung bergabung sebagai Peneliti di Pusat Studi Kebijakan Negara (PSKN) Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. PSKN sendiri merupakan pusat studi yang berfokus pada pengkajian kebijakan negara, demokrasi, dan hak asasi manusia. Kontribusi lembaga ini diharapkan mampu memberikan masukan bagi penyelenggara negara maupun masyarakat dalam merumuskan dan mengevaluasi kebijakan publik. Peran tersebut turut membentuk karakter akademik Pak Satrio yang analitis dan kritis dalam setiap karya penelitiannya. Pada tahun 2020, beliau melanjutkan studi Magister Hukum di Central European University (CEU), Vienna, Austria, dalam program Hukum Konstitusional Komparatif. Berkat ketekunan dan kapasitas akademiknya, Pak Satrio berhasil menyelesaikan studi S2 dengan predikat cum laude. Dua tahun setelahnya, beliau kembali melanjutkan kiprah sebagai peneliti, kali ini di Institute for Migrant Rights (IMR), Cianjur, Indonesia. Perjalanan karirnya berlanjut ketika beliau memutuskan untuk menjadi dosen di FH Universitas Trisakti sejak tahun 2023 sampai saat ini.

Dalam sesi Ruang Dosen LPKH FH Usakti, Pak Satrio membawakan materi mengenai teknik penulisan hukum. Salah satu poin penting yang beliau tekankan adalah metode “standing on the shoulders of the giants”. Menurutnya, sebuah karya ilmiah akan mendapatkan legitimasi dan perhatian apabila berdiri di atas fondasi pemikiran para tokoh besar. “Jika ingin tulisan kita dianggap kredibel dan dibaca oleh orang-orang besar, maka kutiplah orang-orang besar,” ujarnya.

Beliau mencontohkan bahwa penulis yang ingin mempublikasikan artikel di jurnal internasional sebaiknya merujuk pada pemikiran para ahli hukum terkemuka seperti Hans Kelsen, Hans Nawiasky, Utrecht, dan tokoh-tokoh besar lainnya. Dengan merujuk pada pemikiran para “giants” tersebut, suatu tulisan hukum bisa mendapatkan kredibilitas, konteks akademik yang kuat, serta peluang lebih besar untuk diterima dalam forum ilmiah yang lebih luas. Melalui pemikiran dan perjalanan kariernya, Pak Satrio menunjukkan bahwa menulis bukan hanya soal menuangkan ide, tetapi membangun argumen yang kokoh melalui tradisi keilmuan. Dengan prinsip tersebut, beliau tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan dalam menjaga integritas akademik dan kualitas pengetahuan.